Baso, 2026 — Memasuki hari ketujuh, Pesantren Ramadhan 1447 H di SMA Negeri 1 Baso semakin memperkaya pemahaman keagamaan siswa melalui materi yang bersifat aplikatif. Kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha berjamaah. Suasana pagi yang khusyuk menjadi pembuka yang menenangkan, mempersiapkan hati dan pikiran untuk menerima ilmu.

Materi ceramah disampaikan oleh M Zahir, Lc., M.A, dengan tema “Penyelenggaraan Sholat Jenazah.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci tata cara pelaksanaan sholat jenazah, mulai dari niat, jumlah takbir, bacaan setiap takbir, hingga doa yang dianjurkan. Tidak hanya itu, beliau juga menerangkan pentingnya memahami fardhu kifayah sebagai bentuk tanggung jawab sosial umat Islam.

Dengan penyampaian yang sistematis dan mudah dipahami, para siswa dibimbing untuk menyadari bahwa penyelenggaraan sholat jenazah bukan sekadar ritual, melainkan wujud kepedulian dan penghormatan terakhir kepada sesama muslim.
Setelah sesi ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat. Usai beristirahat, para siswa melaksanakan setoran tahfiz di kelas masing-masing bersama pembimbing kelompok. Lantunan ayat suci kembali mengalun, memperkuat hafalan dan ketekunan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik sholat jenazah. Dalam sesi ini, siswa mempraktikkan langsung tata cara yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan bimbingan guru dan pemateri, setiap gerakan dan bacaan diperhatikan agar sesuai dengan tuntunan syariat.

Menjelang siang, seluruh peserta melaksanakan sholat berjamaah dengan tertib dan khusyuk. Saf yang tersusun rapi menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan dalam ibadah.

Rangkaian kegiatan hari ketujuh ditutup dengan sesi foto bersama. Wajah-wajah penuh semangat dan keseriusan menjadi dokumentasi perjalanan pembelajaran yang bermakna.

Melalui kegiatan hari ketujuh ini, Pesantren Ramadhan 1447 H di SMA Negeri 1 Baso terus membekali siswa dengan ilmu yang tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan nyata, sebagai bekal menjadi generasi yang peduli dan berakhlak mulia.