Baso, 4 Agustus 2025 – SMA Negeri 1 Baso kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan dengan sukses menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa, 4–5 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar di Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Baso, yang telah dipersiapkan secara maksimal untuk mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen.
Sebanyak 45 orang murid kelas XI mengikuti asesmen ini. Mereka merupakan peserta yang dipilih secara acak oleh Kemendikdasmen, sebagai bagian dari pelaksanaan Asesmen Nasional secara nasional. Para murid yang terpilih menjalani serangkaian ujian dan survei dengan antusias dan penuh tanggung jawab.
Tiga Komponen Utama Asesmen Nasional
Asesmen Nasional tidak hanya mengukur aspek kognitif murid, tetapi juga aspek karakter dan lingkungan belajar. Tiga komponen utama yang diujikan dalam ANBK ini adalah:
- Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
AKM terdiri dari dua aspek, yakni literasi membaca dan numerasi. Literasi membaca bertujuan untuk menilai kemampuan memahami, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks. Sementara numerasi menilai kemampuan berpikir logis-matematis serta menyelesaikan permasalahan kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun menguji kemampuan dasar, AKM tidak berdasarkan pada kurikulum mata pelajaran, melainkan menilai kemampuan berpikir kritis dan pemahaman murid. - Survei Karakter
Komponen ini bertujuan mengukur nilai-nilai karakter murid, seperti gotong royong, integritas, kemandirian, dan kebhinekaan global. Melalui survei ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran tentang karakter murid yang sedang berkembang di lingkungan sekolah. - Survei Lingkungan Belajar
Survei ini melibatkan tidak hanya murid, tetapi juga guru dan kepala sekolah. Tujuannya adalah mengumpulkan informasi mengenai iklim belajar, praktik pembelajaran, fasilitas sekolah, dan interaksi sosial di lingkungan SMA Negeri 1 Baso. Hasil survei ini akan membantu pemangku kebijakan dalam melakukan evaluasi dan perbaikan kualitas pembelajaran.
Persiapan Matang dan Dukungan Penuh Sekolah
Kepala SMA Negeri 1 Baso, Ibu Riana Dewi, M.Si, menyampaikan bahwa sekolah telah melakukan berbagai persiapan teknis dan non-teknis guna memastikan ANBK berjalan lancar. Di antaranya adalah:
- Pemeriksaan perangkat komputer dan jaringan internet.
- Pelatihan teknisi dan proktor.
- Pendampingan dan pengarahan kepada murid peserta.
“Kami tidak hanya fokus pada kesiapan teknis, tetapi juga memberikan pendampingan emosional kepada murid agar mereka dapat menjalani asesmen ini dengan tenang dan percaya diri,” ujar Ibu Riana Dewi, M.Si.
Selain itu, para guru pendamping juga memberikan pemahaman kepada murid bahwa ANBK bukanlah ujian yang menentukan kelulusan, tetapi alat ukur mutu pendidikan untuk meningkatkan kualitas secara nasional.
Langkah Nyata Menuju Pendidikan Berkualitas
ANBK merupakan program nasional yang bertujuan menggambarkan mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan secara menyeluruh dan objektif. Berbeda dari Ujian Nasional sebelumnya, ANBK tidak lagi menilai hasil belajar individu, melainkan memotret kondisi pembelajaran dan iklim satuan pendidikan.
Melalui pelaksanaan ANBK ini, SMA Negeri 1 Baso berharap dapat memperoleh masukan konkret untuk meningkatkan kualitas pengajaran, karakter murid, dan manajemen sekolah secara menyeluruh. Kepala sekolah menegaskan bahwa hasil dari ANBK akan menjadi bahan refleksi internal sekolah, yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam merancang strategi peningkatan mutu pendidikan.
