Baso, 2026 — Suasana pagi di SMA Negeri 1 Baso terasa berbeda. Udara seakan membawa aroma khidmat, lorong-lorong sekolah berubah menjadi lorong cahaya ilmu. Hari pertama Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah resmi digelar dengan rangkaian kegiatan yang sarat makna, menjadi pembuka perjalanan spiritual siswa selama bulan suci.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha. Dalam suasana yang tenang dan khusyuk, siswa dan guru menunaikan ibadah sunnah tersebut sebagai fondasi spiritual sebelum memasuki rangkaian acara pembukaan. Doa-doa dipanjatkan, harapan disematkan agar kegiatan Pesantren Ramadhan berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Usai Sholat Dhuha, acara resmi dibuka oleh MC yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Lantunan ayat suci Alquran kemudian menggema, disertai pembacaan terjemahannya, menghadirkan suasana yang menyejukkan dan sarat makna.

Memasuki agenda inti, Ketua Pelaksana Pesantren Ramadhan, Irma Furada, S.Pd. Kim, menyampaikan sosialisasi panduan pelaksanaan kegiatan. Dalam paparannya, beliau menjelaskan teknis kegiatan, tata tertib, serta tujuan utama Pesantren Ramadhan sebagai sarana pembentukan karakter religius, disiplin, dan tanggung jawab siswa.

Selanjutnya, Guru Pendidikan Agama Islam, Ranti Melvarisa, S.Pd.I, M.Pd, memaparkan panduan penilaian Pesantren Ramadhan. Penilaian tidak hanya berfokus pada kehadiran, tetapi juga pada keaktifan, adab, hafalan, serta partisipasi dalam setiap rangkaian ibadah dan kegiatan pembelajaran.

Momentum semakin bermakna saat Kepala Sekolah Riana Dewi, M.Si, memberikan sepatah kata sekaligus secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh siswa untuk menjadikan kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat iman dan memperindah akhlak. Dengan ucapan basmalah, kegiatan pun resmi dibuka.

Acara dilanjutkan dengan doa bersama, memohon kelancaran dan keberkahan selama rangkaian Pesantren Ramadhan berlangsung.
Setelah sesi pembukaan, siswa kembali ke kelas masing-masing untuk melaksanakan setoran tahfiz yang dibimbing oleh pembimbing tiap kelompok. Suasana kelas berubah menjadi ruang-ruang kecil penuh konsentrasi, ayat demi ayat dilantunkan dengan kesungguhan.

Menjelang siang, seluruh peserta melaksanakan Sholat Zuhur berjamaah. Saf-saf tersusun rapi, menjadi simbol kebersamaan dan persatuan dalam ibadah.

Hari pertama Pesantren Ramadhan ditutup dengan sesi foto bersama. Senyum para siswa dan guru terekam sebagai penanda awal perjalanan spiritual yang penuh harap.

Dengan semangat yang telah menyala sejak hari pertama, Pesantren Ramadhan 1447 H di SMA Negeri 1 Baso diharapkan menjadi taman pembinaan karakter, tempat ilmu dan iman bertumbuh berdampingan sepanjang bulan suci.