Baso 04 Februari 2026 – SMA Negeri 1 Baso menggelar kegiatan In House Training dengan tema “Siswa di Gelombang Zamannya: Pendidikan yang Aman bagi Anak dan Adil bagi Guru.” Kegiatan peningkatan kapasitas guru ini menghadirkan narasumber Bapak Zera Mendoza, M.Psi., Psikolog dari Psikolog Klinis RSAM Bukittinggi.
Acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan melalui perwakilannya, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, Bapak Fadrizal, SE., M.M. Turut hadir Pengawas Pembina Satuan Pendidikan Ibu Yeni Kurniawati, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 2 IV Koto beserta majelis guru, Kepala SMA Swasta Banuhambu, majelis guru SMAN 2 Tilatang Mamang, Kepala SMA Negeri 1 Baso Ibu Riana Dewi, M.Si bersama seluruh majelis guru, serta Ketua Komite SMA Negeri 1 Baso Bapak Drs. Armen.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC Nila Refyanti, S.Pd. dan dilanjutkan sepatah kata sekaligus pembukaan resmi oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Bapak Fadrizal, SE., M.M. Beliau menekankan pentingnya sekolah yang mampu mengikuti gelombang zaman tanpa kehilangan peran utamanya sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang siswa.

Memasuki sesi utama, Bapak Zera Mendoza, M.Psi., Psikolog menyampaikan materi mengenai pendekatan pendidikan yang berpihak pada anak sekaligus adil bagi guru. Suasana berlangsung nyaman dan hidup karena diselingi dengan dialog serta tanya jawab dari peserta. Setelah istirahat dan Sholat Zuhur, kegiatan berlanjut ke sesi kedua dengan antusiasme yang tetap terjaga.

Dalam pemaparannya, narasumber mengingatkan bahwa sekolah berasal dari kata escole yang bermakna tempat bermain. Sekolah seharusnya menjadi ruang yang menyenangkan untuk belajar dan bermain, bukan momok yang menakutkan bagi anak. Sekolah adalah sahabat yang menolong mereka melalui proses pengembangan diri menuju kedewasaan yang maksimal. Beliau juga menegaskan bahwa disiplin positif bukanlah cara membuat siswa jera, melainkan cara menumbuhkan mereka tanpa melukai. Guru yang mendidik dengan pendekatan demikian sesungguhnya sedang melindungi martabat profesinya sendiri.
Gagasan tersebut mendapat sambutan hangat dari para guru yang merasa memperoleh sudut pandang baru dalam mendampingi generasi masa kini. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai tanda kebersamaan dan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang lebih manusiawi di lingkungan SMA Negeri 1 Baso.
